Dibalik Keabadian Sang Edelweiss | BIOGEONIA
![]() |
| Leontopodium Nivale |
Selamat datang di Biogeonia!
Gimana kabarnya nih sob?? Hepi hepi aaja kan?? Nah kalo lagi hepi, gimana kalo
temenin saya aja nih! Kita, bakal mengulas info tentang bunga, yang katanya
Abadi loh Sob. Iya betul, Bungaaa Edelweis! Bersama Saya Fathan Zalkafi, Let’s explore!
LEONTOPODIUM
Edelweiss, adalah tumbuhan yang
termasuk kedalam genus Leontopodium. Tumbuhan ini berhabitat di area-area pegunungan. Di Eropa, edelweiss bisa ditemukan di pegunungan Alpen, Pegunungan
Pirenia, dan pegunungan Carpathia.
![]() |
| Pemandangan pegunungan-pegunungan yang ada di Eropa dimana edelweiss dapat tumbuh sebagai tanaman perintis di area tersebut |
Awal mulanya, Leontopodium itu
ditemukan di stepa-stepa atau padang rumput luas, yang berada di Mongolia. Tumbuhan ini juga termasuk salah satu tanaman perintis, yaitu tanaman yang tumbuh lebih dulu di suatu kawasan sebelum tanaman yang lainnya dapat tumbuh.
Nah, Sobat Biogeoner, tau gak
nama Edelweiss ini berasal dari mana?? Ternyata, Nama Edelweis adalah gabungan
dari 2 kata dalam Bahasa Jerman, yaitu “Edel” yang berarti mulia dan “Weiss”
yang berarti putih. Yah mirip-mirip kayak saya lah.
Di negara lain seperti Swiss,
Edelweiss dikenal dengan sebutan “Katzen Tulpen” yang artinya tulip kucing.
Sementara di Italia, Edelweiss dikenal dengan sebutan, “Stella Alpina” atau bintang alpin. Di Perancis, Edelweiss disebut sebagai “Pied de Lion” yang
berarti kaki, atau cakar singa. Dan sebutan-sebutan lainnya seperti Beautiful
Star, Glacier Star, Glacier Queen, dan Everlasting Flower.
MORFOLOGI EDELWEISS
Edelweiss, memiliki daun berwarna
hijau, kelopaknya berwarna putih, serta ditengah kelopaknya terdapat 5-6 serbuk
sari berwarna kuning. Nah kelopaknya itu, sebenernya merupakan daun yang
diselimuti oleh kapas berwarna putih, seolah-olah kayak diselimutin salju sob,
disebutnya itu, “Bracts”.
![]() |
| Bracts yang menyelimuti daun |
Kenapa bisa gitu? Itu sebenernya cara adaptasi si edelweiss,
untuk melindungi diri dari sinar ultraviolet, dan beradaptasi di iklim yang
dingin dan gersang.
Batangnya bisa tumbuh mencapai 20
centimeter, Bunganya itu biasanya mekar pada bulan Juli sampai bulan September.
Dia ini basanya suka tumbuh liar, di ketinggian 2000 sampai 3000 meter dari
permukaan laut.
Untuk tumbuh sepanjang 20
centimeter, edelweiss membutuhkan waktu sekitar 13 tahun lamanya sob. Kebayang
gak sih, lamanya kayak gimana? Ini mah sampe kalian jadi kakek-kakek, baru bisa
ngeliat, gimana proses pertumbuhannya.
Edelweiss sendiri, termasuk
kedalam famili Bunga Aster, atau Ateraceae, yang berarti, edelweiss ini, masih
satu suku dengan Bunga Matahari, dan Bunga Daisy.
PENYEBARAN EDELWEISS DI INDONESIA
Lalu bagaimanakah dengan
edelweiss yang ada di Indonesia??
Sebenarnya, jenis Edelweiss yang
ada di Eropa, dengan di Indonesia itu, sedikit berbeda sob. Jenis Edelweiss di
Indonesia masuk kedalam genus (Anaphalis). Sementara di Eropa, masuk kedalam genus
atau marga Leontopodium, Cuma, dua-duanya masih satu rumpun ke dalam famili
Asteraceae.
![]() |
| Edelweiss yang ada di Indonesia |
Di Indonesia, daerah penyebaran edelweiss
sebenarnya cukup luas, tapi populasinya sekarang sudah semakin berkurang.
Menurut hasil studi yang
dilakukan oleh peneliti, Jenis Edelweiss Jawa atau Anaphalis Javanica,
dinyatakan telah punah, dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
Lah, trus yang jualan bunga
edelweiss di kawasan bromo itu apa? Nah, ini yang akan kita bahas sekarang,
sobat Biogeoner.
Jadiii, Jenis edelweiss yang
punah di TNBTS itu adalah jenis edelweiss jawa (Anaphalis Javanica)atau biasa disebut oleh orang-orang disekitar dengan nama Bunga Senduro. Sementara,
di TNBTS itu masih ada spesies edelweiss lain yang tersisa.
Punahnya jenis edelweiss jawa ini
disebabkan karena sering dipetik dan terbakar akibat kebakaran hutan, sob.
Bagi Suku Tengger, Edelweiss
adalah bunga wajib yang harus disertakan dalam setiap ritual upacara adat
mereka.
![]() |
| Ritual upacara adat suku Tengger yang digelar di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) |
Nah, untuk menjaga kepunahan
tersebut, warga suku Tengger yang tinggal dikawasan gunung Bromo dan Gunung
Semeru, diwajibkan untuk menanam sedikitnya 3 pohon edelweiss di masing-masing
pekarangan rumahnya, dan diutamakan adalah jenis Edelweiss Jawa.
Makanya ada yang jual bunga
edelweiss dikawasan Bromo, karena sudah dibudidayakan disana.
Kalo sobat Biogeoner mau liat
langsung pohon edelweiss itu kayak gimana, kalian bisa mampir ke desa wisata
edelweiss, yang ada di kawasan Gunung Bromo.
ANAPHALIS JAVANICA
Edelweis Jawa, bisa ditemukan ,
di beberapa pegunungan, yang ada di Indonesia. Kalian bisa main ke plawangan sembalun
di Gunung Rinjani, ke Alun-alun Suryakencana di Gunung Gede, ke Lembah
Mandalangi di Gunung Pangrango. Ada juga Tegal Alun di Gunung Papandayan. Pokoknya
masih banyak lagi deh di tempat-tempat lainnya. Tapi di Gunung semua.
Nah kalo sobat Biogeoner mau naik
gunung. Kalian harus mengikuti protokol-protokol pendakian gunung, kalo gak mau
kenapa-kenapa nantinya.
Anaphalis javanica ini, hanyalah
salah satu jenis spesies dari marga Anaphalis.
![]() |
| Anaphalis Javanica |
Ada 110 spesies tumbuhan dari
genus Anaphalis, yang banyak tersebar, di Asia Tengah dan Selatan. Sementara Di
Asia Tenggara, cuma terdapat 6 jenis spesies Anaphalis.
4 diantaranya, bisa kalian
temukan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai. 4 spesies tersebut adalah, Anaphalis
Javanica, Anaphalis Longifolia, Anaphalis Viscida, dan yang terbaru adalah
spesies edelweiss, Anaphalis Maxima, yang keberadaannya sangat langka, dan baru
ditemukan di TNGC tahun 2015, oleh petugas kehutanan.
Diantara spesies-spesies tadi,
perbedaannya bisa dilihat pada ukuran batang dan daun, serta ukuran diameter
dari kelopak bunganya sob.
MITOS EDELWEISS
Dibalik keindahan edelweiss,
ternyata, tersimpan sebuah mitos yang konon dipercaya oleh sebagian orang. Bagi
siapa aja yang memberikan bunga ini kepada pasangannya, konon cintanya akan abadi
sepanjang masa, dan langgeng sampe akhir hayat.
Mitos ini pun membuat banyak
orang memberikan bunga edelweis sebagai hadiah kepada pasangannya. Edelweis
dijuluki sebagai bunga keabadian, bunga ketulusan dan simbol perjuangan.
Edelweiss disebut sebagai bunga
keabadian, karena dia gak mudah layu, walau sudah dipetik. Lalu, Edelweiss
disebut juga sebagai bunga ketulusan, karena tumbuh di tempat yang ekstrem.
Hal ini membuat sebagian orang
menganggap bahwa edelweiss itu, dapat menerima keadaan apa adanya tanpa tuntutan.
Ceileh, romantis banget kan.
Selain itu, Edelweiss dipercaya
sebagai simbol perjuangan, karena untuk mendapatkannya harus bersusah payah dulu
mendaki gunung.
Engga heran nih sob, Pada abad
pertengahan di Eropa (abad 5-15 M) , Banyak cowok-cowok yang ditemukan tewas di
pegunungan Alpen, gara-gara kecelakaan ditengah perjalanan ketika sedang mencari
bunga edelweiss.
![]() |
| Sampul buku karya Widmann tentang petualangan mencari edelweiss di pegunungan Alpen pada masanya |
Mereka itu rela mati, cuma demi membuktikan
kecintaan dirinya terhadap pasangan wanitanya. Ceileh, emang kalian rela, Mati-mati?
Kalo sekarang mah udah gak laku sob. Jaman sekarang yang laku itu duit. “Kalo
gak ada duit abang ku tendang.”
FAKTA-FAKTA EDELWEISS
Nah Sobat Biogeoner, Ada juga nih
fakta-fakta menarik lainnya tentang bunga Edelweiss.
Kenapa edelweiss itu dijuluki
sebagai bunga abadi? Ternyata, edelweiss itu memiliki kandungan hormon etilen,
yang membuat kelopak bunganya itu engga mudah rontok dan tahan lama sob.
Edelweiss di Indonesia, pertama
kali ditemukan oleh Naturalis asal Jerman yang bernama Georg Carl Reinwartd
pada tahun 1819 di lereng gunung gede.
Edelweiss, juga dijadikan simbol
nasional negara Swiss, dan bunga nasionalnya negara Austria sob. Di Swiss juga
ada maskapai penerbangan yang pake nama edelweiss loh.
Bahkan seorang Adolf hitler pun
suka banget sama bunga edelweiss ini, sampe dijadiin symbol Wehrmacht, yaitu
angkatan bersenjata Nazi pada masa perang dunia.
![]() |
| Lencana berbentuk edelweiss yang disematkan di bagian topi angkatan bersenjata Nazi |
Pokoknya, edelweiss ini dianggap bunga yang spesial di negara jerman dan tetangganya dan sampe sekarang, bunga edelweiss jadi bunga wajib di acara-acara pernikahan disana.
Nah itu dia info-info yang tersedia tentang bunga edelweiss sobat Biogeoner. Sampai ketemu lagi di info menarik lainnya yang ada di Biogenia. Babay dulu ya!








Saya pernah metik edelweiss, tapi bunganya awet cuma 6 bulan. abis itu layu..
ReplyDelete@madjiung awas nanti di blacklist
ReplyDelete